Kisah Sabrina Jadi Bos Google Indonesia

Kisah Sabrina Jadi Bos Google Indonesia

Pelajar asal Blitar Jawa Timur

Pelajar asal Blitar Jawa Timur Sabrina Zalsabilla Wahab menceritakan pengalamannya menjadi bos Google dalam sehari. Remaja 15 tahun tersebut menggantikan posisi Randy Jusuf sebagai Managing Director Google Indonesia selama sehari pada 9 Oktober 2019.

“Saya berkesempatan untuk take over Managing Director Google Indonesia, Randy Yusuf. Biasanya kan kita hanya tahu oke Google (Google Asisten) saja. Tapi ternyata memang banyak banget aplikasi dari Google yang memudahkan kita semua, seperti Google Maps,” kata Salsabila, pelajar kelas 10 SMA Negeri 1 Talun, Blitar tersebut di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Salsabila

Tidak hanya itu, Salsabila juga mengatakan bahwa dirinya belajar banyak hal tentang memanfaatkan teknologi internet dengan baik.

“Jadi dengan majunya teknologi Internet ini kita jangan hanya mengikuti challange-challange yang tidak penting saja. Internet untuk anak muda itu harus bijak, kita harus bersyukur dengan adanya teknologi,” ungkap Sabrina.

Tidak hanya itu, Sabrina juga terpukau dengan kantor Google yang juga memiliki ruangan untuk game di kantornya.

“Saya juga belajar ternyata menjadi pemimpin itu tidak mudah, kita harus memiliki wawasan yang luas, kerja cepat, dan manage (mengatur) waktu,” kata Sabrina.

Sementara itu, Randy mengatakan jika dirinya senang saat Sabrina berkunjung dan menggantikan dirinya sebagai Managing Director Google Indonesia selama sehari.

Pengalaman Sabrina

Pengalaman Sabrina sehari menjadi pejabat Google ini karena dirinya mengikuti kampanye #GirlsTakeOver yang diusung oleh Yayasan PLAN International Indonesia. Dia merupakan satu dari lima peserta yang berhasil dipilih untuk ikut program ‘Sehari Jadi Pemimpin’.

Ada juga Riska dari Lembata yang menggantikan posisi Menkominfo, Rudiantara. Kemudian, Wafi dari Surakarta yang menggantikan posisi Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Marina Berg.

Lalu, Naura dari Magelang yang menggantikan Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Usman Kansong. Terakhir, Manda dari Bogor yang menggantikan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria.

Lima anak remaja umur 15-17 tahun ini terpilih melalui proses seleksi Plan Indonesia dan Youth Coalition for Girls. Selama 10 hari pendaftaran, terdapat 506 pendaftar dari seluruh Indonesia yang mengirimkan tulisan dan video tentang isu gender di media.

Pada kesempatan yang sama, Plan Indonesia juga bekerjasama dengan Google Indonesia menyelenggarakan diskusi dan pelatihan seputar tips untuk menjaga privasi dan keamanan saat berinternet untuk perempuan. Pelatihan diselenggarakan untuk peserta #GirlsTakeOver dan 100 anak perempuan yang tergabung dalam Youth Girls Coalition.

Baca Juga :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *